• Login
    View Item 
    •   Home
    • Student Papers
    • Hukum
    • Ilmu Hukum
    • View Item
    •   Home
    • Student Papers
    • Hukum
    • Ilmu Hukum
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP YANG DAPAT MERUSAK EKOSISTEM IKAN (STUDI PUTUSAN No.14/Pid.Sus-PRK/2018/Pn.Mdn)

    Thumbnail
    View/Open
    Julian Epentus Sipayung.pdf (227.0Kb)
    Date
    2019-09-11
    Author
    Sipayung, Julian Epentus
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Ilegal fishing adalah kegiatan penangkapan ikan yang tidak sah dan tidak diatur oleh peraturan undang-undang yang berlaku dimana aktifitasnya tidak dilaporkan kepada suatu institusi pemerintahan atau lembaga perikanan yang berwenang. Inilah yang menjadi alasan Indonesia membentuk Undang-Undang No. 45 Tahun 2009 perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan. Adapun yang menjadi Permasalahan dalam penelitian ini adalah Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Penangkapan Ikan Menggunakan Alat Tangkap Yang Dapat Merusak Ekosistem Ikan (Studi Putusan No.14/Pid.Sus-Prk/2018/Pn.Mdn) Adapun jenis penelitian ini, yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, yaitu berdasarkan pada studi kepustakaan dan mencari konsep-konsep, pendapat-pendapat prosedural hukum yang berdasarkan bahan hukum yang dilakukan dengan prosedur pengumpulan bahan hukum secara studi kepustakaan dan menggunakan metode pendekatan kasus dan metode pendekatan perundang-undangan. Melalui fakta-fakta Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Penangkapan Ikan Menggunakan Alat Tangkap Yang Dapat Merusak Ekosistem Ikan (Studi Putusan No.14/Pid.Sus-Prk/2018/Pn.Mdn). Bahwa pertanggungjawaban pidana JUHARI ALIAS ATAN dapat digolongkan sebagai perbuatan yang memenuhi unsur-unsur dalam pasal 85 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 atas Undang-Undang No 31 Tahun 2004 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perikanan. Oleh karena terdakwa tidak memiliki alasan penghapus pidana maka akibat dari perbuatanya terdakwa harus mempertanggunjawabkan perbuatannya sesuai dengan Undang-Undang yang mengatur.
    URI
    http://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/3211
    Collections
    • Ilmu Hukum [1889]

    Repository UHN copyright © 2018  UHN-OFFICIAL
    Contact Us | Send Feedback
     

     

    Browse

    All of Repository UHNCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Repository UHN copyright © 2018  UHN-OFFICIAL
    Contact Us | Send Feedback