Show simple item record

dc.contributor.authorPAKPAHAN, AUDRIC HERNANDO MILLOS
dc.date.accessioned2022-11-24T09:47:29Z
dc.date.available2022-11-24T09:47:29Z
dc.date.issued2022-11-24
dc.identifier.urihttp://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/7825
dc.description.abstractWabah virus Covid-19 membuat sebagian banyaknya masyarakat khususnya Indonesia berubah menjadi sangat soliter, bahkan paranoid. Dengan bertambahnya semakin hari pasien positif dan meninggal semakin bertambah, alih-alih bersimpati dibagian daerah masih ada yang menolak jenazah pasien Covid-19. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan tentang Analisis Putusan Hakim Terkait PemidanaanTerhadap Pelaku Penolakan Jenazah Covid-19Studi Putusan Nomor76/Pid.Sus/2020/Pn Unr, pelaku dapat diminta pertanggungjawaban pidananya, karena perbuatannya yang dilakukan telah mengakibatkan terkendalanya pemakaman jenazah yang terpapar covid -19. Tindak pidana menghalang-halangi penanggulangan wabah merupakan salah satu tindak pidana yang tercantum dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, sebagaimana perbuatan menghalang-halangi penanggulangan wabah menular di Indonesia termasuk dalam golongan tindak pidana bukan pelanggaran, sebab tujuan dari dilakukannya perbuatan menghalang-halangi tersebut sangat bertentangnya dengan hajat hidup orang banyak untuk dapat terhindar dari wabah penyakit menularen_US
dc.subjectAnalisis,en_US
dc.subjectPutusan Hakim,en_US
dc.subjectPelaku Penolakkan,en_US
dc.subjectJenazah Covid-19en_US
dc.titleANALISIS PUTUSAN HAKIM TERKAIT PEMIDANAAN TERHADAP PELAKU PENOLAKAN JENAZAH COVID-19 (Studi Putusan Nomor: 76/Pid.Sus/2020/PN Unr)en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record