Show simple item record

dc.contributor.authorPanjaitan, Mastiur
dc.date.accessioned2018-03-14T06:22:15Z
dc.date.available2018-03-14T06:22:15Z
dc.date.issued2014-03-24
dc.identifier.urihttp://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/437
dc.description.abstractBanyaknya model mengajar menuntut seorang guru menguasai dan memilih model yang tepat sesuai dengan materi pelajaran, kondisi lingkungan dan siswa itu sendiri. Pemilihan model mengajar tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penalaran siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 9 Medan yang terdiri dari 7 kelas sebanyak 140 orang. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas yang diambil dengan random sampling. Kelas eksperimen yaitu kelas X IPA 3 sebanyak 20 orang dan kelas kontrol yaitu kelas X IPA 4 sebanyak 20 orang. Instrument yang digunakan untuk mengetahui kemampuan penalaran adalah tes dalam bentuk uraian yang telah diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembedanya. Kemudian pada sampel diberikan perlakuan yang berbeda yaitu model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation pada kelas eksperimen dan metode pembelajaran Konvensional pada kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif Tipe Group Investigation : 1) dapat meningkatkan partisipasi dan minat siswa dimana jawabannya ditemukan dari perubahan yang diamati dalam kelas, 2) meningkatkan kemampuan yang ditunjukkan pada rata-rata nilai kelas eksperimen yaitu 59.75 dan simpangan bakunya : 17.88 sedangkan rata-rata pada kelas kontrol yaitu : 54.5 simpangan bakunya : 19.90. Uji persyaratan menyatakan bahwa populasi berdistribusi normal dan homogen. Setelah itu dilakukan analisis data dengan menggunakan uji t diperoleh thitung > ttabel yaitu 1.686 > 1.684 dengan taraf signifikasi 0.05. Product Moment dengan rhitung < rtabel yaitu 0.448 > 0.404 pada taraf nyata α = 0.05 dan n = 24. Sehingga tes dinyatakan reliabilitas. Uji Liliefors post-test pada kelas kontrol dengan Lhitung = 0.109 dan Ltabel = 0.1190 dengan demikian diperoleh dengan taraf signifikan 0.05 dan n = 20 dapat disimpulkan bahwa Lhitung < Ltabel yaitu 0.109 < 0.1190 sehingga H0 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa data berasal dari populasi yang menyebar normal. Sedangkan pada kelas kontrol Lhitung < Ltabel yaitu 0.0467 < 0.1190 dengan taraf signifikan 0.05 dan n = 20 sehingga H0 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa data berasal dari populasi yang menyebar normal. Homogenitas pada kelas kontrol Fhitung < Ftabel yaitu 2.132 < 2.165 dengan dk = 19 sehingga dikatakan sampel dalam penelitian homogen. Dengan kata lain bahwa menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dapat meningkatkan kemampuan penalaran siswa pada materi SPLDV di SMA Negeri 9 Medanen_US
dc.subjectPembelajaran Kooperatifen_US
dc.subjectTipe Group Investigationen_US
dc.subjectPenalaranen_US
dc.titlePerbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Dengan Pembelajaran Konvensional Terhadap Kemampuan Penalaran Siswa Pada Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Di Kelas X SMA Negeri 9 Medanen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record