HUBUNGAN JUMLAH LEUKOSIT DENGAN TINGKAT KEPARAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK DI RS. SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2020-2021
Abstract
Pendahuluan: Angka kematian pada pasien Dengue Shock syndrome di Indonesia mengalami peningkatan sehingga perlu penangan yang tepat untuk mencegah terjadinya syok. Penatalaksanaan DBD biasanya menggunakan nilai trombosit dan hematokrit sebagai indikator perkembangan penyakit selain manifestasi klinis pasien. Rendahnya jumlah leukosit sering kali ditemukan dalam perjalanan penyakit DBD, namun masih diabaikan dalam diagnosis DBD.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan jumlah leukosit dengan tingkat keparahan demam berdarah dengue pada anak pada fase demam akut.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Data penelitian berasal dari rekam medis seluruh pasien DBD anak yang dirawat di RS. Santa Elisabeth Medan pada bulan November 2022. Pasien yang terdiagnosis DBD dengan pemeriksaan NS1 dan IgM/IgG anti dengue, berada pada fase demam akut, yaitu hari ke 2-7, dan memiliki rekam medis yang lengkap menjadi subjek penelitian ini. Variabel dari penelitian ini adalah hitung jenis leukosit dan tingkat keparahan DBD. Hubungan dari kedua variabel ini dianalisis menggunakan fisher’s exact test
Hasil: Terdapat 44 data rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. 40 anak (90,9%) merupakan pasien non DSS dan 4 anak (9,1) merupakan pasien DSS. Rerata jumlah leukosit 5.1 sel/ µL, neutrofil 53.7%, limfosit 30.7% sedangkan rerata jumlah monosit 12.2%. Hasil uji analisis fisher’s exact test didapatkan (p=0,634) yang berarti tidak terdapat hubungan jumlah leukosit dengan tingkat keparahan DBD pada anak.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan jumlah leukosit dengan tingkat keparahan
Collections
- Pendidikan Dokter [415]