Show simple item record

dc.contributor.authorSIAHAAN, ROSALINA LASTA
dc.date.accessioned2023-03-08T06:42:19Z
dc.date.available2023-03-08T06:42:19Z
dc.date.issued2023-03-08
dc.identifier.urihttps://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/8376
dc.description.abstractTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1) Untuk mengetahui tingkat pendapatan usahatani padi sawah di Desa Meat Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, 2) Untuk mengetahui tingkat pendapatan, analisis kelayakan usaha kerajinan tenun dan besar kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, 3) Untuk mengetahui, apakah pendapatan dari usaha kerajinan tenun diinvestasikan pada usahatani padi sawah. Daerah penelitian ditentukan secara purposive atau secara sengaja yaitu di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut produksi industri rumah tangga kerajinan tenun terbesar di Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang mengusahakan usahatani padi sawah sekaligus juga berusaha kerajinan tenun di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba yaitu sebanyak 90 KK. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 petani yang berusahatani padi sawah serta tenun yang dilakukan secara acak atau Random Sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis kelayakan BEP, ROI, HPP, pendapatan neto, pendapatan dan kontribusi.Kesimpulan penelitian ini; 1) Pendapatan usahatani padi sawah yaitu Rp 2.676.233 per tahun dan total pendapatan usaha kerajinan tenun Rp 53.797.333 per tahun. 2) Dalam pendapatan usahatani padi sawah dengan usaha kerajinan tenun, usahatani padi sawah memberikan kontribusi dari pendapatan sebesar 4,86% dan kontribusi usaha kerajinan tenun sebesar 95,14% terhadap pendapatan rumah tangga petani. 3) Kelayakan usaha Kerajinan Tenun layak untuk dijalankan, hal ini terlihat dari hasil analisis BEP Unit Usaha Kerajinan Tenun sebesar 0,96 dengan BEP Penjualan RP 1.244.184 dengan analisis ROI sebesar 11,45 dengan analisis HPP sebesar Rp 1.248.487 dan dengan Pendapatan Neto sebesar Rp 54.870.667. 4) Pendapatan dari usaha kerajinan tenun berhubungan dengan biaya investasi usahatani padi sawah, dimana semakin tinggi pendapatan usaha kerajinan tenun biaya pembelian pupuk dan pestisida secara keseluruhan akan semakin tinggi. Berdasarkan penelitian ini, saran peneliti adalah sebaiknya petani tetap mempertahankan usaha kerajinan tenun karena memberikan sumbangan pada pendapatan usahatani, dan kepada pemerintah agar ikut berperan dalam memberikan penyuluhan bagi masyarakat di sektor pertanian.en_US
dc.subjectPendapatan,en_US
dc.subjectKontribusi,en_US
dc.subjectIndustri Rumah Tanggaen_US
dc.titleKontribusi Usaha Kerajinan Tenun Terhadap Pendapatan Keluarga Petani Padi Sawah di Desa Meat Kecamatan Tampahan, Kabupaten Tobaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record