Show simple item record

dc.contributor.authorHutauruk, Sindak
dc.date.accessioned2018-03-19T01:52:25Z
dc.date.available2018-03-19T01:52:25Z
dc.date.issued2012-08-12
dc.identifier.urihttp://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/568
dc.description.abstractHandphone yang kita gunakan pada saat berbicara maupun pada saat standby akan menghasilkan medan elektromagnetik yang besarnya tergantung kepada handphone yang digunakan. Paparan radiasi medan elektromagnetik yang diabsorsi oleh tubuh dinamakan SAR, yang diukur dengan satuan W/Kg. Paparan Medan Elektromagnetik ini dapat mengakibatkan efek fisiologi dan efek psikologi bagi manusia. Organ kepala manusia adalah bagian anggota tubuh yang paling sering terpapar medan elektromagnetik dari Handphone dan paling beresiko terhadap dampak dari radiasi Handphone tersebut. Penelitian ini mengukur besarnya SAR yang terpapar pada organ kepala manusia dari sebuah Handphone dengan merek Cross tipe PD6. Hasil yang diperoleh bahwa nilai SAR yang diperoleh dalam keadaan aktif lebih besar daripada dalam keadaan standby. Nilai SAR terbesar dialami pada CSF dengan berat massa 0.0808 gram adalah sebesar 0,273 watt/kg. dalam keadaan standby dan 0,387 watt/kg dalam kedaan aktif. Sedangkan untuk ukuran massa 1 gram CSF memiliki SAR 3,37 watt/kg dalam keadaan standby dan 4,78 dalam keadaan aktif sehingga telah melampaui batas ambang yang ditetapkan oleh WHO melalui ICNIRP yaitu sebesar 1,6 watt/kg.en_US
dc.description.sponsorshipLembaga Penelitian Universitas HKBP Nommensenen_US
dc.subjectmanusiaen_US
dc.subjectponselen_US
dc.subjectradiasien_US
dc.titleKarakteristik Paparan Radiasi Ponsel Pada Organ Kepala Manusiaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record