Show simple item record

dc.contributor.authorNainggolan, Hotden L
dc.contributor.authorPujiastuti, Elisabeth Sri
dc.date.accessioned2021-12-04T06:39:27Z
dc.date.available2021-12-04T06:39:27Z
dc.date.issued2021-11-04
dc.identifier.urihttp://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/5611
dc.descriptionPenelitian ini bertujuan untuk; a) mengidentifikasi perkembangan produksi dan menganalisis kendala pengembangan komoditas ubi kayu di Kecamatan Pancur Batu; b) mengetahui model pengembangan agribisnis ubi kayu di Kecamatan Pancur Batu. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan matriks SWOT dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan; a) Saluran pemasaran ubi kayu di daerah ini masih sederhana, didominasi oleh peran agen dari petani/produsen hingga industri/pabrik pengolahan; b) Akses permodalan merupakan hambatan utama bagi pengembangan agribisnis, seperti yang disampaikan oleh 80% responden; c) Harga produksi di tingkat produsen/petani yang rendah menjadi penghambat pengembangan agribisnis yang disampaikan oleh 78% responden; d) 78% responden menyatakan akses pasar dan pengembangan mitra usaha menjadi kendala dalam pengembangan agribisnis singkong; e) Ketersediaan lahan menjadi kekuatan utama petani dalam pengembangan agribisnis ubi kayu di wilayah ini, sebagaimana disampaikan oleh 83% responden. Sebanyak 75% responden menyatakan bahwa ketersediaan tenaga kerja tidak cukup untuk mendukung pengembangan agribisnis di wilayah ini, selain itu sumber daya manusia tersedia dalam kondisi yang belum terlatih. Berdasarkan kesimpulan tersebut dapat disarankan bahwa Pemerintah Kabupaten Deli Serdang; a) melakukan pelatihan dan penyuluhan kepada petani, khususnya dalam pemanfaatan faktor-faktor produksi untuk meningkatkan produksi usahataninya; b) memberikan informasi pasar bagi petani yang meliputi harga output dan harga input termasuk akses pasar bagi petani; c) menjamin akses permodalan bagi petani yang bersumber dari lembaga keuangan pemerintah atau swasta dengan tingkat bunga yang terjangkau; d) membuat kebijakan untuk menjamin stabilitas harga produksi di tingkat produsen/petani; e) menjembatani petani untuk mendapatkan akses pasar dan pengembangan mitra usaha.en_US
dc.description.abstractThis research aims to; a) identify the development of production and analyze the constraints on the development of cassava commodities in Pancur Batu District; b) discover the model of cassava agribusiness development in Pancur Batu District. The analytical methods used were descriptive qualitative method using SWOT matrix and quantitative descriptive analysis. The results of the study show; a) The cassava marketing channel in this area is still simple, dominated by the role of agents from farmers/ producers to industries/ processing factories; b) Capital access is a major obstacle to the development of agribusiness, as 80% of respondents said; c) The production price at the low producer/ farmer level is a barrier to the development of agribusiness, which was delivered by 78% of respondents; d) 78% of respondents expressed market access and the development of business partners was a constraint in the development of cassava agribusiness; e) Availability of land is the main strength of farmers in the development of cassava agribusiness in this region as conveyed by 83% of respondents. And 75% of respondents said that the availability of labor was not enough to support the development of agribusiness in this region, in addition to the fact that human resources were available in untrained conditions. Based on the conclusion it can be suggested that the Deli Serdang Regency Government; a) conducting training and counseling to farmers, especially in the utilization of production factors to increase their farming production; b) provide market information for farmers which includes output prices and input prices including market access for farmers; c) guarantee capital access for farmers sourced from government or private financial institutions with affordable interest rates; d) create policies to ensure the stability of production prices at the producer/ farmer level; e) bridging farmers to gain market access and development of business partners.en_US
dc.publisherAgrifoen_US
dc.relation.ispartofseries4;1
dc.subjectagribusinessen_US
dc.subjecteconomyen_US
dc.subjectincomeen_US
dc.subjectfarmersen_US
dc.titleModel Pengembangan Agribisnis Ubi Kayu Untuk Mendukung Peningkatan Pendapatan Petani Di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdangen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record