dc.description.abstract | Pendahuluan : Akne vulgaris merupakan penyakit kulit obstruktif dan inflamatif kronik pada unit pilosebasea yang masih menjadi masalah yang sangat merisaukan, terutama bagi para remaja dan dewasa muda. Banyak faktor yang dapat terlibat dalam etiopatogenesis akne vulgaris, salah satunya adalah derajat keasaman (pH) pada kulit. Derajat keasaman kulit dapat menjadi elemen penyebab timbulnya akne vulgaris melalui pengaruhnya terhadap peningkatan aktivitas P.acnes. Derajat keasaman kulit yang meningkat dapat menurunkan aktivitas bakterisida oleh dermicidin dan nitrit yang diproduksi oleh kelenjar keringat sehingga populasi dan aktivitas P.acnes akan meningkat dan memicu terjadinya akne vulgaris.
Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan derajat keasaman pada kulit wajah antara laki-laki dan perempuan yang menderita akne vulgaris di kota Medan Tahun 2019. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah consecutive sampling. Data dianalisis dengan uji-T.
Hasil : Mayoritas penderita akne vulgaris yang datang berobat ke Murni Teguh Memorial Hospital Medan dan praktik pribadi dr. Rudyn Reymond Panjaitan, M.Ked (KK), Sp.KK adalah yang berusia 17-25 tahun. Rerata derajat keasaman pada kulit wajah penderita akne vulgaris yang berjenis kelamin laki-laki adalah 5,60 dan rerata derajat keasaman pada kulit penderita akne vulgaris yang berjenis kelamin perempuan adalah 5,90. Terdapat perbedaan rerata derajat keasaman pada kulit wajah antara laki-laki dan perempuan yang menderita akne vulgaris. (p =
0,000)
Kesimpulan : Terdapat perbedaan rerata derajat keasaman pada kulit wajah antara laki-laki dan perempuan yang menderita akne vulgaris. | en_US |