Show simple item record

dc.contributor.authorHasibuan, Theresia M.
dc.date.accessioned2018-12-06T06:47:33Z
dc.date.available2018-12-06T06:47:33Z
dc.date.issued2018-09-27
dc.identifier.urihttp://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/1929
dc.description.abstractMata pelajaran bahasa Indonesia memiliki peran penting bagi setiap peserta didik karena dengan mempelajari bahasa Indonesia mereka dapat menggunakan bahasa Indonesia itu sendiri dengan baik benar. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sekarang ini mata pelajaran bahasa Indonesia telah memiliki kedudukan yang sama dengan mata pelajaran yang lainnya. Mata pelajaran bahasa Indonesia telah diajarkan di sekolah sebanyak empat jam pelajaran setiap minggunya. Di dalam mata pelajaran bahasa Indonesia terdapat empat keterampilan berbahasa yang dituntut dari setiap peserta didik. Adapun keempat keterampilan berbahasa tesebut yaitu keterampilan menyimak, keterampilan membaca, keterampilan berbicara dan keterampilan menulis.Akan tetapi pada kenyataannya masih banyak kendala-kendala yang dialami siswa untuk mengembangkan keempat keterampilan berbahasa diatas khususnya keterampilan membaca. Keterampilan membaca harus dikembangkan oleh setiap perserta didik.Dalam aspek keterampilan membaca ditemukan sebuah aspek pembelajaran yaitu mengenai karya sastra.Karya sastra merupakan hasil daya cipta manusia baik secara lisan maupun tulisan yang memiliki ciri seperti keartistikan, keestetikaan dan keindahan dalam mengungkapkan isinya. Setiap karya sastra dalam wujud apapu pada hakikatnya adalah suatu media untuk komunikasi atau dialog dengan penciptanya namun harapan itu tidak selalu terwujud karena adanya perbedaan dunia sastra bahasa yang diciptakan oleh para sastrawan. Menyimpulkan teks prosedur dapat dilakukan dengan kegiatan awal membaca petunjuk mengenai prosedur pembuatan sesuatu yang biasanya telah dipraktikkan dalam kehidupan.Saat ini membaca teks prosedur kurang diminati karena siswa cenderung mempraktikkan secara langsung tanpa membaca teks prosedur.Kemampuan membaca dapat mempengaruhi hasil belajar anak.Membaca dan memahami dengan baik dan benar sangat berperan penting dalam membentuk anak mempelajari berbagai hal. Dengan demikian, siswa mendapatkan sesuatu dari aktivitas membaca sehingga peserta didik akan mempunyai kemampuan mengapresiasi. Tarigan (2008 : 11), “Membaca adalah suatu keterampilan yang kompleks, yang rumit, yang mencakup atau melibatkan serangkaian keterampilan-keterampilan yang lebih kecil Brougton”. Menuntut siswa untuk mampu menguasai pengetahuan terkait jenis tulisan yang akan dihasilkan. Dalam hal ini peneliti memfokuskan pada aspek menyimpulkan teks prosedur. Kosasih (2014: 67), “Teks prosedur merupakan teks yang menjelaskan langkah-langkah secara lengkap, jelas, dan terperinci tentang cara melakukan sesuatu”. Berdasarkan fungsinya, teks prosedur tergolong ke dalam teks paparan, teks tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang tata cara melakukan sesuatu dengan sejelas-jelasnya. Menurut Mahsun (2014: 30),“Teks prosedur merupakan salah satu dari jenis teks yang termasuk genre faktual subgenre prosedur”. Dalam KBBI (Sunendar2008: 360) dijelaskan bahwa “Prosedur adalah tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas, metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu masalah”.en_US
dc.subjectMODEL PROBING PROMPTINGen_US
dc.subjectKEMAMPUANMENYIMPULKAN TEKSen_US
dc.titlePENGARUH MODELPROBING PROMPTINGTERHADAP KEMAMPUANMENYIMPULKAN TEKS PROSEDUR PADASISWA KELASVIISMPSWASTA SANTO PAULUSMEDAN LABUHAN TAHUN AJARAN 2018/2019en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record