Show simple item record

dc.contributor.authorSinaga, Christa Voni Roulina
dc.date.accessioned2018-06-26T09:34:49Z
dc.date.available2018-06-26T09:34:49Z
dc.date.issued2018-04-01
dc.identifier.issn2579-6550 (online)
dc.identifier.issn2528-4363 (print)
dc.identifier.urihttp://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/1404
dc.descriptionAbstrak. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran berbasis masalah; (2) mendeskripsikan aktivitas aktif siswa selama proses pembelajaran dalam pembelajaran berbasis masalah dan (3) mendeskripsikan respon siswa terhadap komponen dalam proses pembelajaran berbasis masalah. Jenis penelitian ini adalah pengembangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP N 1 Gunung Malela, dan sampelnya dipilih secara acak yaitu VII-3 dan VII-4 yang masing- masing berjumlah 32 orang. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes komunikasi matematik siswa yang berbentuk uraian. Instrumen tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat validasi serta memiliki koefisien realibilitas pre-tes dan pos-tes 0,81 dan 0,62. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat ketercapaian kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran berbasis masalah yaitu secara klasikal sebesar 87,50% sedangkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa pada ujicoba I yaitu 2,73 meningkat menjadi 3,05 pada ujicoba II. Aspek kemampuan komunikasi matematis yang paling tinggi peningkatannya adalah pada aspek menggambar; (2) aktivitas aktif siswa selama proses pembelajaran dalam pembelajaran berbasis masalah sudah berada pada kriteria batasan keefektifan pembelajaran; dan (3) respon siswa terhadap komponen dalam proses pembelajaran berbasis masalah sudah menunjukkan respon yang positip.Peneliti menyarankan agar pembelajaran berbasis masalah menjadi alternatif bagi guru dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.en_US
dc.description.abstractAbstract. The aims of this research is: (1) describe the level of mastery learning and increasing students’ mathematical communication ability with problem-based learning, (2) describe students’ activity during the learing process with problem-based learning, and (3) describe students’ response to the component during problem-based learning. This research is development research. The population of this research are all of students in SMP N 1 Gunung Malela, and the sample chosen is random with VII-3 and VII-4 with 32 students for each class. The instrument used consisted of a test mathematical communication ability of student in description form. The instrumen has been declared eligible validation and had coefisien reability pre-tes and pos-tes 0,81 and 0,62. The results of this research shown that: (1) the level of students’ mastery learning mathematical communication ability in the classical is 87,50% while the increasing of students’ mathematiucal communication abilityin first trial 2,73 increase to 3,05 in the second trial. The most increasing aspect from mathematical communication ability is drawing, (2) students’ activity during learing process with problem based learning has on efektive criteria, and (3) students’ response to the component during problem-based learning has a positive respons. The research suggests to use problem based learning as the alternative way for teacher to increase students mathematical communication abilities.en_US
dc.language.isoenen_US
dc.publisherMES (Journal of Mathematics Education and Science )en_US
dc.relation.ispartofseriesVol. 3;No. 2
dc.subjectProblem Based Learningen_US
dc.subjectMathematical Communication Abilityen_US
dc.titlePENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERDASARKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP NEGERI 1 GUNUNG MALELAen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record