Show simple item record

dc.contributor.authorNapitupulu, Richard A.M
dc.contributor.authorPeranginangin, Siwan E.A
dc.contributor.authorSiagian, Parulian
dc.date.accessioned2023-11-28T02:25:59Z
dc.date.available2023-11-28T02:25:59Z
dc.date.issued2023-11-27
dc.identifier.issn2549-1999
dc.identifier.urihttps://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/9489
dc.description.abstractSalah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca adalah dengan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan menggantinya dengan sumber energi terbarukan. Indonesia kaya akan sumber energi terbarukan, dan salah satu yang berpotensi untuk dikembangkan adalah energi surya. Sejalan dengan perkembangan Indonesia menjadi negara maju, konsumsi energi pun semakin meningkat. Salah satu kegiatan yang menyumbang penggunaan energi terbesar adalah memasak. Kebutuhan energi untuk memasak di Indonesia sangat besar karena jumlah penduduk dan rumah tangga yang sangat besar, nomor 4 di dunia. Kompor Tenaga Surya merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan energi fosil atau tradisional untuk kegiatan memasak. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bagaimana kinerja Solar Cooker dapat ditingkatkan jika diintegrasikan dengan penyimpan energi panas PCM, sehingga memungkinkan untuk mempercepat waktu memasak, memasak dengan intensitas matahari yang rendah dan bahkan memungkinkan untuk memasak di malam hari. Namun, pengaruh kuantitatif dari jumlah PCM dalam kompor surya belum secara khusus dijelaskan atau dipelajari. Jumlah PCM yang rendah menghasilkan kinerja yang berkurang, sementara jumlah yang tinggi akan meningkatkan beban termal, dan dengan demikian menyebabkan panas berlebih. Penelitian ini menguji 4 unit Kompor Surya tipe Simple Tube dengan jumlah PCM yang berbeda untuk setiap unitnya. Dari hasil pengujian Kompor Surya dengan PCM thermal Energy Storage TEST dengan variasi volume PCM menunjukkan performa dalam menyimpan panas lebih lama meskipun dalam kondisi curah hujan yang tinggi baik siang maupun malam hari. Hal ini ditunjukkan dari semua hasil pengamatan selama 6 hari percobaan. Terbukti dengan rendahnya suhu udara sekitar dan kelembaban yang tinggi terutama pada malam hari, penurunan suhu di dalam bejana pemanas cukup rendah. Hal ini berlaku untuk setiap varian. Dari hasil percobaan juga terlihat bahwa varian nomor 1 dan 3, terutama nomor 3, memiliki kinerja yang cukup baik, dalam menyerap panas dan menyimpan panas dengan diameter luar 350 mm.en_US
dc.publisherJurnal Polimesinen_US
dc.subjectOptimasien_US
dc.subjectPCMen_US
dc.subjectKompor Suryaen_US
dc.subjectEnergi terbarukanen_US
dc.subjectPenyimpan energi panasen_US
dc.titleExperimental Test of the Effect of PCM Volume as Thermal Energy Storage Solar Power in Solar Cooking Unitsen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record