Show simple item record

dc.contributor.authorHUTAGALUNG, SALOMO SANDRO LUIS
dc.date.accessioned2023-03-03T04:52:50Z
dc.date.available2023-03-03T04:52:50Z
dc.date.issued2023-03-03
dc.identifier.urihttps://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/8349
dc.description.abstractLatar belakang: Kanker payudara adalah masalah kesehatan utama pada wanita di seluruh dunia, Salah satu modalitas terapi kanker payudara adalah kemoterapi. kemoterapi berbasis antrasiklin merupakan agen yang sangat efektif dalam mengatasi kanker payudara dengan bekerja menyerang sel kanker termasuk sel normal yang dapat menimbulkan efek samping dan mengakibatkan meningkatnya rasa takut serta berkurangnya rasa percaya pada wanita yang menjalani kemoterapi. Tujuan:. Untuk mengetahui gambaran jenis efek samping kemoterapi berbasis antrasiklin pada penderita kanker payudara, untuk mengetahui waktu timbulnya efek samping (kerontokan rambut (alopesia), mual, muntah, mukositis dan diare, Untuk mengetahui perbedaan kombinasi regimen kemoterapi berbasis antrasiklin terhadap kejadian alopesia Metode: Penelitian deskriptif dengan desain cross sectional menggunakan kuesioner dan dilakukan di Rumah Sakit Murni Teguh Medan Jalan Jawa No.2 gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan pada 15 September sampai 15 Oktober 2022 dengan pemilihan responden menggunakan teknik total sampling. Dengan analisis data meggunakan P F/N x 100%. Variabel bebas efek samping dan variabel terikat nya pasien kanker kemoterapi antrasiklin, siklus kemoterapi, dan kombinasi kemoterapi antrasiklin. Hasil: Efek samping yang paling sering dialami oleh pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi berbasis antrasiklin yaitu mual (91,7%) terjadi mayoritas pada siklus I (68,8%), alopesia (89,6%) terjadi mayoritas pada siklus I (47,9%), mukositis (77,1%) terjadi mayoritas pada siklus I (47,9%), muntah (66,7%) terjadi mayoritas pada siklus I (45,8%), dan diare (58,3%) terjadi mayoritas pada siklus I (27,1%). Regimen kemoterapi terhadap kejadian alopesia terbanyak yaitu doxorubicin, cyclophosphamide, curacil terdapat 16 responden. Kesimpulan: efek samping yang paling sering terjadi pada pasien kanker payudara yang menerima kemoterapi berbasis antrasiklin yaitu mual dan terjadi paling sering pada siklus I.en_US
dc.subjectKemoterapi,en_US
dc.subjectKanker payudara,en_US
dc.subjectAntrasiklin,en_US
dc.subjectAlopesia.en_US
dc.titleGambaran Efek Samping Kemoterapi Berbasis Antrasiklin Pada Pasien Kanker Payudara Di Rumah Sakit Murni Teguh Medan 2022en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record