Show simple item record

dc.contributor.authorHia, GRASIANUS RIDHO
dc.date.accessioned2018-03-20T01:39:28Z
dc.date.available2018-03-20T01:39:28Z
dc.date.issued2018-04-15
dc.identifier.urihttp://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/621
dc.description.abstractResep merupakan bentuk komunikasi tertulis dokter kepada apoteker yang penyampaiannya harus dapat dipahami oleh apoteker itu sendiri. Ketidaklengkapan penulisan resep oleh dokter dapat menimbulkan kesalahan pengobatan (medication error).Kesalahan pemberian obat kepada pasien masih sangat tinggi. Berdasarkan data Laporan Peta Nasional Keselamatan Pasien (Kongres PERSI 2007) kesalahan pemberian obat menempati urutan pertama sebesar 24,8% dari 10 kasus kesalahan pengobatan, karena itu perlu diketahui bagaimana kelengkapan penulisan resep oleh dokter dapat memungkinkan medication error. Tujuan : Untuk mengetahui kelengkapan penulisan resep oleh dokter yang diteliti melalui resep yang masuk di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan pada bulan November 2016. Resep yang lengkap terdiri dari; Inscriptio (nama dokter/dokter gigi, nomor izin praktik dokter/dokter gigi, alamat dan tanggal penulisan resep), Invocatio (tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep), Praescriptio/ordonatio (nama obat, kekuatan obat, bentuk sediaan dan jumlah setiap obat), Signatura (tanda cara pakai dan regimen dosis ), Subcriptio (tanda tangan atau paraf dokter penulis resep sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku) dan Pro (nama, usia dan berat badan pasien). Metode : Penelitian ini merupakan penelitian desktiptif dengan sampel berupa resep yang dituliskan oleh dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi dan dokter gigi spesialis yang masuk di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan pada bulan November 2016. Jumlah sampel sebanyak 270 lembar resep dan dipilih dengan metode systematic sampling. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 270 sampel resep yang diamati, tidak ada sampel resep yang memenuhi kriteria kelengkapan penulisan resep yang telah ditetapkan. Dari sampel didapat bahwa komponen resep yang paling lengkap dituliskan adalah invocatio (51,85%) dan komponen resep yang paling tidak lengkap penulisannya adalah pro (3,70%). Kesimpulan : Semua sampel resep yang diamati tidak memenuhi kriteria kelengkapan resep. Selain penulisan resep yang tidak lengkap, juga terdapat penulisan nama dan aturan pakai obat yang sulit dibaca, serta penggunaan singkatan pada berbagai nama obat. Saran : Sosialisasi tentang pentingnya penulisan resep yang lengkap dan jelas perlu dilakukan bagi dokter, apoteker dan dokter-dokter muda untuk mencegahnya terjadinya medication error.en_US
dc.subjectKelengkapan Resepen_US
dc.subjectmedication erroren_US
dc.titleGAMBARAN KELENGKAPAN PENULISAN RESEP OLEH DOKTER DITELITI MELALUI RESEP YANG MASUK DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD Dr. PIRNGADI KOTA MEDAN NOVEMBER 2016en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record