Show simple item record

dc.contributor.authorBr. Sihombing, Gempina I. O. Nike
dc.date.accessioned2020-09-03T06:58:24Z
dc.date.available2020-09-03T06:58:24Z
dc.date.issued2020-06-03
dc.identifier.urihttp://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/4066
dc.description.abstractPertanian organik didefinisikan sebagai sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, dengan cara mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas dan berkelanjutan. Pertanian organik adalah sistem pertanian holistik yang mendukung dan mempercepat biodiversitas, siklus biologi dan aktivitas biologi tanah(IFOAM, 2005).Penggunaan bahan-bahan organik secara maksimal dan bahan-bahan sintetis secara minimal ini merupakan hal yang membedakan pertanian organik dengan pertanian konvensional, serta akan memberikan nilai tambah bagi konsumen. Nilai tambah yang diperoleh konsumen dari pertanian organik adalah produk pangan yang aman untuk dikonsumsi (food safety attributes) dan memiliki kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) (Mayrowari, 2012).Pertanian organik dipandang sebagai suatu sistem pertanian berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan alam dan manusia serta peluang untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi petani.en_US
dc.subjectJENIS MIKROORGANISME LOKAL DANen_US
dc.subjectJENIS PUPUK KANDANGen_US
dc.subjectPERTUMBUHAN DAN PRODUKSI,en_US
dc.subjectPRODUKSI KACANG TANAHen_US
dc.titlePENGARUHPEMBERIAN JENIS MIKROORGANISME LOKALDAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record