Show simple item record

dc.contributor.authorSimbolon, Eko Saputra
dc.date.accessioned2018-12-18T04:41:17Z
dc.date.available2018-12-18T04:41:17Z
dc.date.issued2018-10-11
dc.identifier.urihttp://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/2043
dc.description.abstractDalam Penelitian di dentifikasi beberapa masalah yaitu 1). Bagaimana saluran pemasaran tangkapan ikan melalui tempat pelelangan ikan, dan sistem pemasaran tradisional (tangkahan) 2) Bagaimana fungsi pemasaran yang dilakukan pada setiap saluran pemasaran melalui tempat pelelangan ikan, dan sistem pemasaran tradisional (tangkahan) 3) Bagaimana perbedaan biaya tataniaga dan margin tataniaga pada setiap saluran pemasaran ikan melalui tempat pelelangan ikan, dansistem pemasaran tradisional (tangkahan) 4) Bagaimana perbedaan tingkat efisiensi pemasaran setiap saluran pemsaran ikan tempat pelelangan ikan, dan sistem pemasaran tradisional (tangkahan). Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Untuk mengetahui saluran pemasaran hasil tangkapan ikan melalui tempat pelelangan ikan, dan sistem pemasaran tradisional (tangkahan), 2) Untuk mengetahui fungsi pemasaran yang dilakukan pada setiap saluran pemasaran melalui tempat pelelangan ikan, dan sistem pemasaran tradisional (tangkahan), 3) Untuk mengetahui perbedaan dari biaya tataniaga dan margin tataniaga pada setiap saluran pemasaran melalui tempat pelelangan ikan, dan sistem pemasaran tradisional (tangkahan), 4) Untuk mengetahui perbedaan tingkat efisiensi pemasaran setiap saluran pemasaran ikan melalui tempat pelelangan ikan, sistem pemasaran tradisional (tangkahan) Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dimana digunakan analisis deskriptif. Penentuan daerah penelitian ini di dilakukan secara sengaja (purporsive) di Kecamatan Medan Belawan yaitu Kelurahan Bagan Deli. Metode penentuan sampel dilakukan secara purporsive, berdasarkan kuisioner kepada nelayan dan pedagang di daerah penelitian, dengan jumlah sampel 30 sampel . Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Rantai saluran pemasaran produksi usaha penangkapan ikan laut a) Tempat Pelelangan Ikan (TPI)  NelayanPedagang PengumpulPedagang PengecerKonsumen  NelayanPedagang PengumpulKonsumen  Nelayan Pedagang PengumpulCold StorageEkspor b) Tangkahan  NelayanPedagang PengumpulPedagang PengecerKonsumen 2. Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh masing-masing pedagang adalah sebagai berikut :  Fungsi Pertukaran, dimana terdiri dari fungsi pembelian dan fungsi penjualan. Produk harus dijual dan dibeli sekurangnya sekali dalam proses pemasaran. Fungsi pertukaran yaitu melibatkan kegiatan yang menyangkut pengalihan hak kepemilikan dari satu pihak ke pihak lainnya dalam sistem pemasaran. Pihak-pihak yang terlibat dalam proses ini ialah pedagang, distributor dan agen yang memperoleh komisi karena mempertemukan pembeli dan penjual.  Fungsi Penyediaan Sarana, meliputi informasi pasar, penanggunan risiko, pengumpulan, komunikasi, standardisasi, penyortiran dan pembiayaan. Fungsi penyediaan sarana adalah kegiatan-kegiatan yang dapat membantu sistem pemasaran agar mampu beroperasi lebih lancar.  Fungsi pelancar ini meliputi  Informasi pasar. Pembeli memerlukan informasi mengenai harga dan sumber-sumber penawaran. Informasi pasar ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik itu media massa, pemerintahan, perusahaan swasta, maupun lembaga pendidikan.  Penanggungan risiko. Pemilik produk menghadapi risiko sepanjang saluran pemasaran.  Standardisasi dan grading. Standardisasi memudahkan produk untuk dijual dan dibeli, sedangkan Grading adalah klasifikasi hasil perikanan ke dalam beberapa golongan mutu yang berbeda-beda, masing-masing dengan label dan nama tertentu.  Pembiayaan. Pemasaran modern memerlukan modal (uang) dalam jumlah besar untuk membeli mesin-mesin dan bahan-bahan mentah, serta untuk menggaji tenaga kerja. Proses pemasaran pun menghendaki pemberian kredit kepada pembeli. 3. Pada saluran pemasaran melalui  Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Saluran I, biaya tataniaga yang paling besar dikeluarkan oleh lembaga pemasaran yaitu pedagang pengecer sebesar Rp.3.687/kg, sedangkan biaya tataniaga yang paling kecil yang dikuarkan oleh lembaga pemasaran yaitu pedagang pengumpul sebesar Rp.2.033/kg, sehingga diperoleh margin tataniaga pada saluran I melalui TPI yaitu Rp.8.125/kg. Pada saluran II, biaya tataniaga dikeluarkan oleh pedagang pengumpul yaitu Rp.2.250/kg, sehingga diperoleh margin tataniaga pada saluran II yaitu Rp.9.000/kg. Pada saluran III, biaya tataniaga yang paling besar dikeluarkan oleh pedagang pengumpul yaitu Rp.5.400/kg, sedangkan biaya tataniaga yang paling kecil dikeluarkan oleh pedagang cold storage yaitu Rp.4.050/kg, sehingga dapat diperoleh margin tataniaga Rp.21.666/kg.  Tangkahan Biaya tataniaga yang paling besar dikeluarkan pada lembaga pemasaran yaitu pedagang pengumpul sebesar Rp.3.400/kg, dan biaya tataniaga yang paling kecil dikeluarkan pada lembaga pemasaran yaitu pedagang pengecer sebesar Rp.3.250/kg, sehingga margin pemasaran yang diperoleh yaitu Rp.8.143/kg. 4. Efisiensi Pemasaran  Tempat Pelelangan Ikan (TPI)en_US
dc.subjectEFISIENSI PEMASARAN IKANen_US
dc.subjectTEMPAT PELELANGAN IKANen_US
dc.subjectDAN TANGKAHANen_US
dc.titleANALISIS EFISIENSI PEMASARAN IKAN MELALUI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI), DAN TANGKAHAN, DI KECAMATAN MEDAN BELAWAN’’en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record