PENGARUH RESIDU SOLID DECANTER DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BABY CORN (Zea mays saccaratha L.) PADA TANAH ULTISOL SIMALINGKAR
Abstract
RINGKASAN
Dicky Hutagalung. Pengaruh Residu Solid Decanter Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Baby Corn (Zea mays saccaratha L.) Pada Tanah Ulitisol Simalingkar. Dibimbing oleh Parlindungan Lumbanraja sebagai Pembimbing Utama dan Ferisman Tindaon sebagai Pembimbing Pendamping.
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan yang berada di Desa Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2025 sampai bulan Juli 2025, lokasi penelitian berada pada ketinggian sekitar 33 m di atas permukaan laut (mdpl), keasaman tanah (pH) antara 5,5 – 6,5 dan jenis tanah ultisol, tekstur tanah pasir berlempung (Lumbanraja dkk., 2023). Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh residu solid decanter dan pupuk kandang ayam serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman baby corn (Zea mays saccaratha L.).
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dua faktor perlakuan, solid decanter dan pupuk kandang ayam, dengan tiga ulangan. Faktor pertama : dosis solid decanter (S) yang terdiri dari empat taraf, yaitu : S0 = 0 t/ha , S1= 5 t/ha, S2 = 10 t/ha (dosis anjuran) S3 =15 t/ha. Faktor kedua : dosis pupuk kandang Ayam (A) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : A0 = 0 t/ha (kontrol), A1 = 20 t/ha (dosis anjuran) dan A2 = 40 t/ha.
Penelitian ini menunjukkan bahwa residu solid decanter berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan produksi diduga karena perlakuan residu solid decanter belum optimal terhadap pertumbuhan tanaman baby corn. Hal ini disebabkan karena bahan yang digunakan merupakan residu, sehingga kandungan unsur haranya sudah berkurang dan tidak mencukupi kebutuhan tanaman. Solid decanter pada dasarnya mengandung unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan magnesium. Namun kandungan solid decanter hanya sekitar N 1,47%, P 0,17%, dan K 0,99%. Jumlah ini relatif rendah apabila dibandingkan dengan kebutuhan tanaman, sehingga tidak mampu mendukung pertumbuhan optimal.
Residu pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata terhadap berat basah panen dengan kelobot 100% per petak dan berpengaruh nyata terhadap diameter batang pada umur 2, 3 dan 5 MST, dan berat basah panen dengan kelobot 100% per tanaman. Namun, pengaruh residu pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman baby corn pada umur 2, 3, 4 dan 5 MST, jumlah daun baby corn pada umur 2, 3, 4 dan 5 MST, diameter batang 4 MST, berat basah jual dengan kelobot 40% per tanaman dan berat basah jual dengan kelobot 40% per petak. Residu pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata terhadap berat basah panen dengan kelobot 100% per petak dan berpengaruh nyata terhadap diameter batang pada umur 2, 3 dan 5 MST, dan berat basah panen dengan kelobot 100% per tanaman. Hal ini karena pupuk kandang ayam mengandung unsur hara makro seperti fosfor (P) dan kalium (K) dalam jumlah cukup tinggi dibandingkan jenis pupuk kandang lainnya. fosfor penting dalam pembentukan akar dan tongkol, dan kalium membantu pengisian hasil serta meningkatkan efisiensi penggunaan air oleh tanaman. Ketika unsur-unsur ini tersedia secara seimbang dan dalam jumlah cukup, maka tanaman dapat tumbuh optimal, menghasilkan tongkol yang lebih besar dan berat. Selain kandungan haranya, pupuk kandang ayam juga memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah, seperti meningkatkan struktur tanah, memperbaiki porositas, serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang mendukung ketersediaan unsur hara.
Interaksi antara residu solid decanter dan pupuk kendang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan produksi diduga karena proporsi atau dosis yang digunakan dalam penelitian belum optimal. Kombinasi pupuk organik hanya akan efektif jika proporsinya tepat dan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pupuk kandang ayam lebih besar pengaruhnya dari pada pengaruh solid decanter sehingga menutupi pengaruh solid decanter yang menyebabkan tidak muncul pengaruh interaksi dari kedua faktor tersebut.
Collections
- Pertanian [101]