Show simple item record

dc.contributor.authorSIHOMBING, LUSIANA CHRISTINA
dc.date.accessioned2025-08-22T07:59:47Z
dc.date.available2025-08-22T07:59:47Z
dc.date.issued2025-08
dc.identifier.urihttps://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/12478
dc.description.abstractPenelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan yang berada di Desa Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2025 sampai dengan Maret 2025. Lokasi penelitian berada pada ketinggian sekitar 33 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan jenis tanah ultisol, tekstur tanah pasir berlempung (Lumbanraja dkk., 2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) akar bambu dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) pada tanah Ultisol Simalingkar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu PGPR akar bambu dan pupuk kandang ayam, dengan tiga ulangan. Faktor pertama: PGPR akar bambu (P) yang terdiri dari empat konsentrasi, yaitu : P0 = 0 ml/l, P1 = 15 ml/l, P2 = 30 ml/l, P3= 45 ml/l. Faktor kedua: dosis pupuk kandang ayam (A) terdiri dari empat taraf, yaitu: A0 = 0 ton/ha, A1 = 7,5ton/ha, A2 = 15 ton/ha dan A3= 22,5 ton/ha. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2, 3, 4 dan 5 MST dan jumlah daun pada umur 3, 4 dan 5 MST serta berpengaruh sangat nyata terhadap bobot basah, bobot basah panen dan bobot basah panen per hektar. Pengaruh nyata tersebut karena Pupuk kandang ayam mampu meningkatkan kesuburan tanah karena mengandung unsur hara yang lebih lengkap (makro dan mikro) serta mikroorganisme yang ada di dalamnya mampu menguraikan tanah menjadi lebih baik, sehingga beberapa unsur hara dalam tanah mudah tersedia dan diserap tanaman. Pemberian PGPR akar bambu berpengaruh tidak nyata terhadap setiap parameter pertumbuhan dan produksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi aktivitas mikroorganisme di dalam media penguraian bahan organik adalah pH, Kondisi pH tanah akan menentukan perkembangan mikroorganisme dalam tanah, pada pH 5,5 - 7 jamur dan bakteri pengurai bahan organik akan tumbuh lebih baik. Hal ini didukung oleh penelitian Goncalves et al (2017) yang menyatakan bahwa Pseudomonas flourencens tumbuh optimal pada pH 5.5 – 6.3 dan kelembapan tanah yang baik. Jenis tanah tanah Ultisol memiliki pH tanah < 5 atau termasuk masam (Lampiran 23), hal ini menjadi salah satu penyebab mikroba pada tanah tidak dapat meningkat sehingga populasi atau keberadaan mikroorganisme tanah akan menjadi kecil atau rendah serta aktivitas yang dihasilkan menjadi kecil. Interaksi antara PGPR akar bambu dan pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang dilakukan. Hal ini diduga karena perlakuan pupuk kandang ayam lebih besar pengaruhnya dari pada pengaruh PGPR akar bambu sehingga menutupi pengaruh PGPR akar bambu yang menyebabkan tidak muncul pengaruh interaksi dari kedua faktor tersebut. Hal ini sejalan dengan pendapat Sutejo (2002), bahwa bila salah satu faktor lebih kuat pengaruhnya terhadap faktor lain maka faktor lain tersebut akan tertutup dan masing-masing faktor mempunyai sifat dan pengaruh yang berbeda, sehingga akan menghasilkan hubungan yang berbeda tidak nyata untuk mendukung suatu pertumbuhan tanaman.en_US
dc.subjectPengaruh,en_US
dc.subjectPemberian Plant Growth Promoting Rhizhobacteria (PGPR) Akar Bambu danen_US
dc.subjectPupuk Kandang Ayam,en_US
dc.subjectPertumbuhan Dan Produksi,en_US
dc.subjectTanaman Pakcoy (Brassica rapa L.)en_US
dc.titlePENGARUH PEMBERIAN Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) AKAR BAMBU DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA TANAH ULTISOL SIMALINGKARen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record